Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan tingkat inflasi pada bulan September 2026. Berdasarkan data terbaru, inflasi bulanan tercatat mencapai angka 0,30 persen, yang mengindikasikan adanya peningkatan harga barang dan jasa secara umum di pasar domestik.
Kenaikan inflasi kali ini didorong secara signifikan oleh kelompok makanan dan minuman. Beberapa komoditas pangan pokok mengalami lonjakan harga yang cukup terasa bagi konsumen, di antaranya adalah beras, telur, dan daging ayam. Selain itu, harga cabai juga turut mengalami peningkatan yang memberikan kontribusi besar terhadap angka inflasi bulan ini.
Kenaikan harga pada sektor pangan ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk konsumsi bahan makanan harian. Fluktuasi harga komoditas pangan seringkali dipengaruhi oleh faktor musiman, gangguan distribusi, hingga kondisi produksi di tingkat petani.
Secara kumulatif, angka inflasi pada periode September ini mencapai 3,28 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup konsisten di beberapa sektor utama, meskipun pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui berbagai operasi pasar dan pengawasan distribusi logistik di berbagai wilayah.






