Kemudahan yang kini dirasakan pelanggan saat memesan menu di restoran cepat saji HokBen bukan terjadi tanpa alasan. Transformasi digital yang mencakup penggunaan aplikasi mobile, situs web, mesin kios digital (Digital Kiosk), hingga sistem kasir atau Point of Sales (POS) merupakan hasil kerja keras dan strategi dari Dodit Raharjo.
Dodit, yang merupakan alumnus dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), kini memegang peran krusial dalam memimpin digitalisasi di salah satu jaringan restoran terkemuka di Indonesia tersebut. Ia berhasil mengintegrasikan sektor makanan dan minuman (F&B) dengan teknologi informasi (IT) untuk menciptakan efisiensi operasional dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.
Implementasi teknologi yang dilakukan Dodit tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi fokus pada solusi praktis bagi konsumen. Dengan adanya Digital Kiosk, pelanggan dapat memesan makanan secara mandiri dengan lebih cepat, sementara sistem POS yang terintegrasi memastikan manajemen stok dan transaksi berjalan lebih akurat. Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara manajemen kuliner dan penguasaan IT dapat menjadi kunci pertumbuhan bisnis di era modern.
Keberhasilan Dodit Raharjo menjadi inspirasi bagi banyak lulusan perguruan tinggi, khususnya dalam melihat peluang karier di lintas disiplin ilmu. Kemampuannya dalam mengelola aspek teknis IT untuk diterapkan pada industri F&B menunjukkan bahwa adaptabilitas dan inovasi adalah modal utama dalam menghadapi persaingan industri yang semakin kompetitif.
Industri kuliner di Indonesia saat ini memang tengah mengalami pergeseran besar menuju digitalisasi. Penggunaan teknologi seperti aplikasi pemesanan mandiri dan sistem pembayaran nontunai telah menjadi standar baru untuk meningkatkan kecepatan layanan dan mengurangi antrean panjang di gerai fisik, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan volume penjualan.






