Kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan masuknya integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia medis. Salah satu terobosan terbaru datang dari tim peneliti Universitas Prasetiya Mulya yang berhasil mengembangkan sebuah sistem AI bernama CAMI-PCI.
Teknologi CAMI-PCI dirancang khusus untuk memberikan dukungan teknis bagi para dokter spesialis jantung dalam menjalankan prosedur medis yang kompleks. Fokus utama dari pengembangan alat ini adalah untuk membantu tenaga medis dalam memantau pergerakan kateter serta kondisi pembuluh darah pasien secara lebih presisi selama proses tindakan berlangsung.
Kehadiran AI ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kesalahan manusia (human error) dan meningkatkan akurasi diagnosis serta tindakan saat prosedur intervensi jantung dilakukan. Dengan kemampuan pemrosesan data yang cepat, CAMI-PCI mampu memberikan analisis visual yang lebih tajam, sehingga dokter dapat mengambil keputusan klinis dengan lebih percaya diri dan efisien.
Pengembangan teknologi ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia mampu menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup pasien. Integrasi AI dalam ruang operasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan untuk memastikan keselamatan pasien dan efektivitas pengobatan di era medis modern.






