Pemerintah Iran secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam insiden yang terjadi di Pangkalan Udara Royal Air Force (RAF) Fairford, Inggris. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis waktu setempat.
Araghchi menekankan bahwa tuduhan yang mengaitkan Iran dengan peristiwa di pangkalan udara tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Pihak Teheran menegaskan posisi mereka untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi yang dapat memicu ketegangan diplomatik lebih lanjut dengan Inggris, terutama terkait dengan fasilitas militer strategis.
Bantahan ini muncul setelah adanya laporan mengenai gangguan atau insiden keamanan di Pangkalan RAF Fairford, yang merupakan salah satu instalasi udara terpenting milik Inggris. Pangkalan ini sering kali menjadi titik perhatian internasional karena perannya dalam operasi militer dan logistik udara Inggris di wilayah global.
Hingga saat ini, pemerintah Iran meminta agar klaim-klaim tanpa bukti tidak dijadikan alasan untuk memperkeruh hubungan bilateral maupun regional. Diplomasi menjadi jalur yang ditekankan oleh Araghchi untuk menyelesaikan kesalahpahaman atau ketegangan yang muncul di permukaan.
Sebagai informasi tambahan, Pangkalan RAF Fairford dikenal sebagai salah satu pangkalan udara terbesar di Inggris yang sering digunakan sebagai basis operasional bagi pesawat pengebom strategis, termasuk pesawat milik Amerika Serikat dalam misi bersama. Hubungan antara Inggris dan Iran memang telah lama mengalami pasang surut akibat perbedaan pandangan politik, isu hak asasi manusia, serta persaingan pengaruh di kawasan Timur Tengah, yang sering kali berdampak pada stabilitas keamanan internasional.






