Kementerian Pertahanan Iran memberikan pernyataan resmi terkait strategi penguatan pertahanan nasional mereka. Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, mengungkapkan bahwa pemerintah Iran sengaja menyimpan sebagian besar kemampuan militer strategis mereka di fasilitas bawah tanah.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari doktrin pertahanan untuk memastikan bahwa aset-aset militer paling krusial tetap terlindungi dari serangan udara maupun serangan presisi jarak jauh. Dengan menempatkan infrastruktur strategis di bawah permukaan tanah, Iran berupaya meningkatkan daya tahan militer mereka dalam menghadapi potensi ancaman eksternal yang dapat melumpuhkan kekuatan tempur secara cepat.
Menurut Talaei-Nik, penempatan aset strategis di lokasi tersembunyi ini bukan sekadar langkah pencegahan, melainkan bagian dari perhitungan matang untuk menjaga stabilitas keamanan nasional. Hal ini juga dimaksudkan agar Iran memiliki kemampuan untuk memberikan respons yang efektif dan terukur apabila terjadi eskalasi konflik di kawasan.
Pengungkapan mengenai fasilitas bawah tanah ini menjadi sinyal bahwa Iran terus memperbarui taktik militernya guna beradaptasi dengan perkembangan teknologi persenjataan modern. Fokus utama dari strategi ini adalah meminimalisir risiko kerusakan pada perangkat strategis yang menjadi tulang punggung pertahanan negara tersebut.
Secara umum, penggunaan fasilitas bawah tanah atau 'missile cities' merupakan taktik yang sering diterapkan oleh beberapa negara dengan ketegangan geopolitik tinggi. Strategi ini bertujuan untuk menyembunyikan lokasi peluncuran rudal, gudang amunisi, hingga pusat komando agar tidak mudah dideteksi oleh satelit pengintai atau dihancurkan melalui serangan udara, sehingga mampu memperpanjang durasi operasional militer dalam situasi perang.






