Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan respons positif terhadap keputusan Amerika Serikat untuk menarik pasukan militernya dari wilayah Irak. Pihak IRGC menilai langkah tersebut sebagai sebuah pencapaian besar dan kemenangan bersejarah bagi kawasan tersebut.
Klaim kemenangan ini disampaikan secara resmi oleh IRGC melalui pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Iran, ISNA. Meskipun tidak merinci secara mendalam mengenai alasan di balik penarikan tersebut, IRGC menekankan bahwa mundurnya kekuatan militer Amerika Serikat merupakan bentuk pengakuan atas dinamika politik dan keamanan yang terjadi di Irak.
Penarikan pasukan ini dipandang sebagai titik balik penting dalam hubungan diplomatik dan militer di Timur Tengah, khususnya bagi Iran yang selama ini memiliki ketegangan tinggi dengan Washington. Bagi IRGC, langkah ini bukan sekadar perpindahan pasukan, melainkan simbol keberhasilan dalam menekan pengaruh asing di wilayah kedaulatan Irak.
Situasi di Irak memang terus mengalami fluktuasi sejak invasi Amerika Serikat pada tahun 2003. Kehadiran militer asing di negara tersebut seringkali menjadi pemicu konflik internal maupun ketegangan regional, sehingga keputusan untuk mengurangi atau menarik pasukan seringkali disambut dengan beragam reaksi dari berbagai faksi politik di Baghdad dan negara-negara tetangga.






