Pemerintah Israel mengambil tindakan cepat dengan mengerahkan kekuatan udara menyusul adanya laporan mengenai dugaan pembajakan pesawat. Insiden ini melibatkan sebuah pesawat yang membawa lebih dari 150 penumpang dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu (30/9).
Sebagai langkah pengamanan darurat, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan langsung menginstruksikan pengiriman dua unit jet tempur untuk mengawal pesawat tersebut. Langkah preventif ini diambil guna memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat, serta mengantisipasi kemungkinan terburuk dari situasi yang berkembang di udara.
Operasi pengawalan udara ini merupakan bagian dari protokol keamanan ketat yang diterapkan Israel dalam menghadapi ancaman terorisme maupun gangguan keamanan penerbangan. Hingga saat ini, koordinasi antara otoritas penerbangan dan militer terus dilakukan untuk memantau posisi pesawat dan memastikan proses pendaratan dapat berlangsung dengan aman.
Ketegangan di wilayah Timur Tengah sering kali berdampak pada sektor penerbangan sipil, di mana pengamanan ekstra menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh otoritas Israel. Penggunaan jet tempur untuk mengawal pesawat komersial yang mengalami gangguan keamanan adalah prosedur standar guna mencegah pesawat tersebut memasuki wilayah udara terlarang atau dipaksa mendarat di lokasi yang tidak diinginkan.






