Keluarga besar mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad, tengah berduka. Istri tercinta beliau, Tun Dr Sri Hasmah, dilaporkan telah meninggal dunia pada usia satu abad atau 100 tahun.
Kabar duka mengenai kepergian sosok pendamping hidup mantan pemimpin Malaysia tersebut disampaikan secara langsung oleh Tun Dr Mahathir melalui akun media sosial resminya di Instagram. Pengumuman singkat namun penuh makna tersebut menjadi momen perpisahan bagi publik terhadap sosok yang telah mendampingi perjalanan politik dan kehidupan pribadi Mahathir selama puluhan tahun.
Kepergian Tun Dr Sri Hasmah menandai akhir dari perjalanan panjang seorang wanita yang dikenal memiliki peran penting di balik layar kesuksesan karier suaminya. Meskipun jarang tampil di garis depan politik, kehadiran beliau senantiasa menjadi pilar dukungan moral bagi Tun Dr Mahathir dalam memimpin Malaysia di berbagai periode kepemimpinannya.
Kini, berbagai ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, baik dari rekan sejawat politisi maupun masyarakat luas yang mengenal sosok Tun Dr Sri Hasmah sebagai pribadi yang santun dan berdedikasi. Kepergiannya di usia 100 tahun dipandang sebagai sebuah berkah umur panjang yang jarang terjadi, namun tetap meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tun Dr Mahathir Mohamad sendiri merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh dalam sejarah modern Malaysia. Beliau tercatat pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dalam dua periode yang berbeda, yakni pada masa awal pembangunan ekonomi negara hingga masa transisi politik baru-baru ini. Kepemimpinannya dikenal membawa Malaysia menuju industrialisasi cepat dan pengakuan internasional yang signifikan di Asia Tenggara.






