Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan strategis dengan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertemuan tingkat tinggi ini digelar guna membahas kondisi terkini serta memastikan stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga dengan baik.
Dalam diskusi tersebut, fokus utama tertuju pada upaya mitigasi risiko dan penguatan pengawasan terhadap lembaga keuangan. Langkah koordinasi antara legislatif dan regulator keuangan ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gejolak ekonomi yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan di Indonesia.
Sufmi Dasco menekankan bahwa sinergi antara DPR dan OJK diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pasar dan perlindungan konsumen. Dengan adanya komunikasi yang intens, diharapkan segala kendala dalam tata kelola sektor keuangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya secara cepat dan tepat.
Melalui pertemuan ini, DPR berkomitmen untuk terus mengawal kinerja OJK dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non-bank. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa seluruh instrumen keuangan tetap beroperasi secara sehat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan serta pengawasan kegiatan jasa keuangan di Indonesia. Peran OJK sangat krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan melalui regulasi yang ketat terhadap bank dan lembaga keuangan lainnya guna mencegah terjadinya krisis sistemik yang dapat merugikan ekonomi negara.






