Ibu kota Indonesia, Jakarta, mencatatkan posisi yang cukup signifikan dalam peta persaingan kota-kota besar di tingkat global. Berdasarkan laporan terbaru dari Global Cities Index 2026, Jakarta berhasil menempati peringkat ke-140 dari total 1.000 kota yang dievaluasi di seluruh dunia.
Penilaian ini dilakukan oleh Oxford Economics, sebuah lembaga riset terkemuka yang secara rutin menganalisis berbagai indikator perkembangan kota. Peringkat tersebut menjadi gambaran mengenai sejauh mana pengaruh dan daya tarik Jakarta dalam skala internasional, baik dari sisi ekonomi, konektivitas, maupun peranannya sebagai pusat kegiatan global.
Keberadaan Jakarta dalam daftar 1.000 kota dunia ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan urbanisasi, Jakarta tetap memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan utama di kawasan Asia Tenggara. Hasil indeks ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan kota agar lebih kompetitif di masa depan.
Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia, Jakarta telah lama dikenal sebagai megapolitan yang menjadi magnet bagi investasi asing dan pusat perdagangan di kawasan regional. Dengan statusnya sebagai hub utama, kota ini terus mengalami transformasi infrastruktur besar-besaran untuk mendukung mobilitas penduduk dan efisiensi bisnis, meskipun saat ini pemerintah Indonesia juga tengah dalam proses memindahkan pusat administrasi negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN).






