Proses pencarian terhadap awak kapal yang hilang setelah insiden di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau akhirnya membuahkan hasil. Jasad salah satu anak buah kapal (ABK) bernama Surakman ditemukan terdampar di kawasan Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Surakman sebelumnya bertugas mengoperasikan kapal yang membawa rombongan terdiri dari lima orang jurnalis. Selain Surakman, dilaporkan terdapat dua orang lainnya yang juga dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut. Temuan jasad ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian korban hilang yang telah berlangsung.
Kondisi geografis dan arus laut yang kuat diduga menjadi penyebab jasad korban terbawa sangat jauh dari lokasi kejadian awal. Berdasarkan estimasi jarak, jasad Surakman ditemukan di Pulau Enggano yang berjarak sekitar 345 kilometer dari titik koordinat perairan di dekat Gunung Anak Krakatau, tempat insiden tersebut bermula.
Kejadian ini menambah daftar panjang risiko keselamatan pelayaran di wilayah perairan Selat Sunda, terutama saat melakukan peliputan atau observasi di sekitar wilayah aktif vulkanik. Koordinasi antara tim penyelamat dan otoritas setempat terus dilakukan guna memastikan apakah masih ada korban lain yang terbawa arus ke wilayah perairan lain di sekitar Sumatera.






