Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memberikan pesan mendalam bagi para penggawa Skuad Garuda menjelang pertandingan melawan tim nasional Bangladesh. Alih-alih hanya berfokus pada strategi teknis di lapangan, Herdman justru menyoroti pentingnya aspek moral dan empati terhadap peristiwa kelam yang pernah menimpa dunia sepak bola tanah air.
Dalam arahannya, Herdman secara spesifik mengingatkan para pemain mengenai tragedi Kanjuruhan. Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelajaran berharga yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Menurutnya, mengenang tragedi tersebut bukan untuk membuka luka lama, melainkan sebagai bentuk refleksi agar kesalahan serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Lebih lanjut, Herdman meminta seluruh anggota tim untuk memberikan penghormatan yang layak kepada para korban tragedi Kanjuruhan. Ia percaya bahwa dengan menjaga ingatan terhadap peristiwa tersebut, para pemain akan memiliki mentalitas yang lebih kuat dan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap keselamatan serta sportivitas dalam setiap pertandingan.
"Jika kita lupa, kita tak akan belajar," tegas Herdman. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh ekosistem sepak bola Indonesia bahwa prestasi di atas lapangan harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap keamanan dan kemanusiaan. Herdman berharap semangat penghormatan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi Timnas Indonesia saat menghadapi Bangladesh nanti.
Tragedi Kanjuruhan sendiri merupakan salah satu bencana stadion terbesar dalam sejarah olahraga dunia yang terjadi di Malang, Jawa Timur. Peristiwa ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan stadion di Indonesia serta mendorong adanya reformasi dalam manajemen pertandingan guna menjamin keselamatan penonton dan pemain di seluruh penjuru negeri.





