Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, menyampaikan harapannya agar para pemain timnas Indonesia dapat memberikan penghormatan khusus bagi para korban tragedi Kanjuruhan. Keinginan ini muncul sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap duka mendalam yang menyelimuti dunia sepak bola tanah air pasca insiden memilukan tersebut.
Menurut Herdman, peran tim nasional bukan sekadar bertanding di lapangan hijau, melainkan juga menjadi representasi perasaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ia memandang penting bagi skuad Garuda untuk menunjukkan sikap hormat dan simpati kepada mereka yang telah kehilangan nyawa dalam peristiwa Kanjuruhan.
Herdman menekankan bahwa momen penghormatan ini menjadi bagian dari proses penyembuhan bagi keluarga korban serta komunitas sepak bola secara keseluruhan. Dengan melakukan aksi simpatik, diharapkan pesan kemanusiaan dapat tersampaikan dengan kuat, bahwa keselamatan dan nyawa manusia jauh lebih berharga daripada hasil pertandingan apa pun.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tragedi tersebut tidak terlupakan begitu saja dan menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya keamanan dalam penyelenggaraan acara olahraga. Herdman berharap dukungan moral dari tim nasional dapat memberikan sedikit kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi Kanjuruhan merupakan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola dunia yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Peristiwa ini memicu evaluasi besar-besaran terhadap standar keamanan stadion di Indonesia serta mendorong perubahan regulasi dalam manajemen kerumunan penonton guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.






