Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memberikan respons terkait banyaknya perhatian publik mengenai komposisi sebelas pemain utama (starting XI) yang didominasi oleh pemain keturunan atau diaspora. Keputusan pemilihan pemain ini menjadi sorotan setelah beberapa pertandingan terakhir memperlihatkan pergeseran komposisi skuad Garuda.
Menurut Herdman, pemilihan pemain dalam daftar susunan pemain utama didasarkan sepenuhnya pada pertimbangan teknis dan kebutuhan strategi tim di lapangan. Ia menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi pemain diaspora maupun pemain lokal. Kriteria utama yang digunakan adalah performa, kesiapan fisik, serta kemampuan pemain dalam menjalankan instruksi taktis yang telah direncanakan sebelum pertandingan.
Lebih lanjut, Herdman menekankan bahwa integrasi antara pemain diaspora dan pemain lokal merupakan bagian dari proses pembangunan kekuatan tim. Ia percaya bahwa kehadiran pemain yang memiliki pengalaman kompetisi di luar negeri dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan standar permainan tim secara keseluruhan. Namun, ia juga memastikan bahwa peluang bagi pemain lokal tetap terbuka lebar selama mereka mampu menunjukkan kualitas yang dibutuhkan.
Pelatih asal Selandia Baru tersebut berharap agar fokus publik tidak hanya tertuju pada asal-usul pemain, melainkan pada progres permainan dan hasil akhir yang dicapai oleh Timnas Indonesia. Baginya, sinergi antar pemain tanpa memandang latar belakang adalah kunci utama untuk membawa skuad Garuda bersaing di level internasional yang lebih tinggi.
Penggunaan pemain diaspora dalam Timnas Indonesia telah menjadi tren signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat lini permainan melalui regulasi kewarganegaraan yang memungkinkan pemain keturunan untuk membela tim nasional. Hal ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas sepak bola Indonesia agar mampu bersaing di kancah Asia maupun dunia.





