Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memberikan perhatian khusus pada skema serangan timnya dalam kondisi tidak ideal. Herdman mengungkapkan rencananya untuk membenahi strategi permainan menyerang, terutama ketika skuad Garuda terpaksa bermain dengan hanya 10 pemain di lapangan.
Kondisi kehilangan satu pemain akibat kartu merah atau cedera seringkali membuat tim cenderung bermain bertahan dan pasif. Namun, Herdman ingin mengubah pola pikir tersebut. Ia menilai bahwa meskipun kekurangan personel, Timnas Indonesia harus tetap memiliki kemampuan untuk mengancam pertahanan lawan dan tidak sekadar bertahan di area sendiri.
Menurut Herdman, kunci dari strategi ini adalah efektivitas pergerakan pemain yang tersisa serta disiplin dalam transisi permainan. Dengan penataan posisi yang tepat, ia yakin Timnas Indonesia tetap bisa menciptakan peluang berbahaya meskipun dalam situasi tertinggal jumlah pemain. Latihan khusus akan diberikan agar para pemain mampu beradaptasi dengan cepat saat perubahan taktis mendadak terjadi di tengah pertandingan.
Upaya pembenahan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh Herdman terhadap performa tim. Pelatih asal Inggris tersebut ingin memastikan bahwa mentalitas bertarung para pemain tetap terjaga dalam situasi sesulit apa pun, sehingga hasil positif tetap bisa diraih meski menghadapi kendala teknis di lapangan.
Sebagai informasi, Tim Nasional Indonesia saat ini tengah berada dalam proses pengembangan kualitas permainan untuk bersaing di level Asia dan dunia. Peningkatan strategi taktis, termasuk manajemen situasi kritis di lapangan, menjadi salah satu fokus utama dalam program pengembangan pemain jangka panjang guna meningkatkan peringkat FIFA dan prestasi di berbagai turnamen internasional.





