Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, secara terbuka mengonfirmasi status keanggotaannya dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh mantan kepala negara itu saat melakukan kunjungan kerja di Kota Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti fisik bahwa dirinya telah terdaftar secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar PSI. Ia menegaskan bahwa status keanggotaannya tersebut telah berlaku sejak tanggal 14 Oktober 2025.
Langkah politik ini menandai babak baru bagi Joko Widodo setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden. Kehadirannya di dalam struktur partai PSI diharapkan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap dinamika politik internal partai maupun peta persaingan politik nasional ke depannya.
Kunjungan ke Bandung ini tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung pengumuman resmi mengenai arah politik Joko Widodo pasca-kepresidenan. Keikutsertaannya dalam PSI menjadi sorotan publik mengingat posisi strategis yang pernah ia pegang selama sepuluh tahun memimpin pemerintahan Indonesia.
Partai Solidaritas Indonesia sendiri dikenal sebagai partai yang menyasar segmen pemilih muda dan mengusung narasi politik yang progresif serta terbuka. Bergabungnya tokoh sekaliber Joko Widodo diprediksi akan memperkuat basis massa partai dan meningkatkan daya tawar politik PSI dalam kontestasi politik di masa mendatang.






