Keluarga besar Tun Dr. Mahathir Mohamad tengah berduka atas berpulangnya sang istri tercinta, Dr. Siti Hasmah, yang mengembuskan napas terakhirnya pada usia satu abad atau 100 tahun.
Kepergian sosok yang dikenal sebagai pendamping setia mantan Perdana Menteri Malaysia tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat terdekat. Dr. Siti Hasmah telah mendampingi Tun Mahathir dalam berbagai dinamika kehidupan, baik dalam ranah domestik maupun saat suaminya menjabat sebagai pemimpin tertinggi di negaranya.
Kisah cinta dan kesetiaan keduanya dimulai sejak tahun 1956, ketika mereka memutuskan untuk mengikat janji suci dalam pernikahan. Selama puluhan tahun membangun rumah tangga, pasangan ini dikaruniai tujuh orang anak yang kini telah tumbuh dewasa.
Kehadiran Dr. Siti Hasmah di sisi Tun Mahathir selama masa kepemimpinannya sering kali dipandang sebagai pilar pendukung moral yang sangat penting. Meskipun lebih banyak berperan di belakang layar, sosoknya tetap dihormati oleh masyarakat luas karena kepribadiannya yang santun dan peran aktifnya dalam berbagai kegiatan sosial.
Kematian Dr. Siti Hasmah di usia yang sangat senja ini menjadi pengingat akan dedikasi dan pengabdian seorang istri serta ibu dalam mendukung karier politik suaminya yang penuh tantangan di panggung nasional maupun internasional.






