Keluarga besar mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tengah berduka atas berpulangnya sang istri tercinta, Siti Hasmah, yang mengembuskan napas terakhirnya pada usia satu abad.
Kepergian sosok yang sangat dihormati di Malaysia ini memicu gelombang duka mendalam dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh penting negara memberikan penghormatan terakhir, termasuk Raja Malaysia dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Selain dari dalam negeri, rasa simpati dan belasungkawa juga mengalir dari para petinggi negara tetangga, salah satunya adalah Singapura.
Siti Hasmah bukan sekadar sosok pendamping bagi Mahathir Mohamad, melainkan seorang tokoh yang memiliki rekam jejak prestasi luar biasa di bidang medis. Beliau tercatat dalam sejarah sebagai dokter perempuan Melayu pertama di wilayah Malaya, sebuah pencapaian yang sangat signifikan pada masanya dan menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di kawasan tersebut untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
Selama hidupnya, Siti Hasmah dikenal sebagai pribadi yang santun dan memiliki dedikasi tinggi terhadap masyarakat. Perannya dalam mendukung kepemimpinan suaminya selama bertahun-tahun menjadikannya sosok yang sangat dikenal, tidak hanya di lingkungan pemerintahan tetapi juga oleh masyarakat luas di Malaysia dan Asia Tenggara.






