Kondisi cuaca buruk berupa kabut asap yang pekat dilaporkan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Kamis (1/10/2026). Penurunan jarak pandang yang signifikan membuat sejumlah jadwal penerbangan pesawat mengalami kendala operasional.
Keterbatasan visibilitas di area landasan pacu menjadi penyebab utama terganggunya lalu lintas udara di bandara tersebut. Kondisi ini memaksa pihak otoritas bandara dan maskapai penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan guna menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat saat melakukan proses lepas landas maupun pendaratan.
Gangguan ini berdampak pada sejumlah penerbangan yang seharusnya beroperasi normal, namun terpaksa mengalami penyesuaian jadwal atau mengalami hambatan akibat kondisi atmosfer yang tidak memungkinkan untuk penerbangan rutin. Pihak pengelola bandara terus memantau perkembangan situasi cuaca guna meminimalisir dampak lebih lanjut terhadap mobilitas udara di wilayah Sumatera Selatan.
Fenomena kabut asap yang sering melanda wilayah Sumatera, termasuk Palembang, biasanya berkaitan erat dengan musim kemarau panjang dan terjadinya kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Kondisi ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara, tetapi juga seringkali menurunkan kualitas udara secara drastis yang memicu gangguan kesehatan pernapasan bagi masyarakat luas di wilayah terdampak.






