Wilayah Jawa Tengah menghadapi tantangan serius dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data terbaru, tercatat hampir 13 ribu orang menjadi korban keracunan makanan yang bersumber dari program tersebut sepanjang tahun 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya angka kasus keracunan ini. Menurutnya, jumlah korban yang mencapai angka ribuan menunjukkan adanya masalah serius dalam proses pengolahan maupun distribusi makanan yang diberikan kepada masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Taj Yasin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan. Ia menginginkan adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap higienitas bahan baku serta proses memasak agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Keamanan pangan menjadi poin krusial dalam pelaksanaan program skala besar seperti MBG. Pemerintah daerah kini didorong untuk memastikan bahwa seluruh vendor atau penyedia jasa boga yang terlibat memiliki sertifikasi laik sehat dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat untuk menjamin keselamatan para penerima manfaat program.






