Teknologi

Kebutuhan Energi Data Center, DPR Dorong Pemanfaatan PLTN sebagai Solusi Bersih

Kebutuhan Energi Data Center, DPR Dorong Pemanfaatan PLTN sebagai Solusi Bersih

Pemerintah dan legislatif mulai melirik potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai jawaban atas melonjaknya kebutuhan energi listrik, khususnya untuk mendukung operasional pusat data atau data center yang kian masif di Indonesia.

Anggota DPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa PLTN memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menopang kebutuhan energi skala besar dengan stabilitas yang tinggi. Menurutnya, integrasi energi nuklir dapat menjadi solusi strategis dalam menyediakan pasokan listrik yang bersih dan berkelanjutan bagi infrastruktur digital yang membutuhkan daya besar secara konsisten.

Sejalan dengan visi tersebut, PT PLN (Persero) dilaporkan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk merealisasikan proyek ini. PLN menargetkan proses tender untuk pembangunan proyek energi nuklir dapat dimulai pada awal tahun 2027 mendatang.

Langkah ini dipandang perlu mengingat karakteristik data center yang beroperasi selama 24 jam penuh dan membutuhkan suplai listrik tanpa gangguan. Dengan beralih ke sumber energi rendah karbon seperti nuklir, diharapkan pertumbuhan industri digital di Indonesia tidak hanya cepat secara kuantitas, tetapi juga ramah lingkungan sesuai dengan target net zero emission.

Pengembangan energi nuklir di Indonesia memang telah menjadi diskursus panjang dalam peta jalan energi nasional. Sebagai salah satu sumber energi dengan densitas tinggi, nuklir dianggap mampu mengisi celah yang tidak bisa dipenuhi sepenuhnya oleh energi terbarukan intermiten seperti angin atau surya, terutama untuk kebutuhan industri berat dan infrastruktur teknologi informasi yang krusial.

#PLTN#Data Center#Energi Bersih#PLN#Infrastruktur Digital

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →