Ekonomi

Kebutuhan Energi Indonesia Diprediksi Tembus 800 TWh pada 2030, Sektor Digital Jadi Pemicu

Kebutuhan Energi Indonesia Diprediksi Tembus 800 TWh pada 2030, Sektor Digital Jadi Pemicu

Pemerintah memproyeksikan adanya lonjakan signifikan dalam kebutuhan energi nasional dalam beberapa tahun ke depan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kebutuhan listrik di Indonesia diperkirakan akan menyentuh angka 800 Terawatt-hour (TWh) pada tahun 2030 mendatang.

Kenaikan permintaan energi ini dipicu oleh berbagai faktor, namun salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Transformasi teknologi yang terjadi secara masif di berbagai sektor industri memaksa ketersediaan pasokan listrik harus mampu mengimbangi kecepatan perkembangan tersebut.

Secara lebih spesifik, pembangunan dan pengoperasian pusat data atau data center menjadi perhatian serius pemerintah. Fasilitas penyimpanan data skala besar ini dikenal membutuhkan konsumsi listrik yang sangat tinggi dan stabil untuk menjaga operasional server agar tetap berjalan tanpa gangguan selama 24 jam penuh.

Ketergantungan pada infrastruktur digital yang semakin kuat menjadikan penyediaan energi yang efisien sebagai kunci utama dalam mendukung ekosistem ekonomi digital di tanah air. Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kelistrikan guna menjamin keberlangsungan investasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Sebagai informasi, peningkatan permintaan energi listrik di Indonesia umumnya berkaitan erat dengan pertumbuhan populasi, industrialisasi, serta adopsi teknologi digital. Saat ini, pemerintah tengah berupaya melakukan transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon nasional.

#energi listrik#ekonomi digital#data center#infrastruktur energi#Airlangga Hartarto

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →