Teknologi

Kebutuhan Listrik Data Center di Indonesia Terus Meningkat, Terpusat di Wilayah Jawa-Bali

Kebutuhan Listrik Data Center di Indonesia Terus Meningkat, Terpusat di Wilayah Jawa-Bali

Kebutuhan energi listrik untuk mendukung operasional pusat data (data center) di Indonesia menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari PT PLN (Persero), konsumsi listrik dari pelanggan kategori pusat data yang mereka layani telah mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh).

Saat ini, PLN tercatat memberikan layanan energi kepada 159 pelanggan pusat data. Angka konsumsi listrik yang besar ini mencerminkan tingginya aktivitas pengolahan dan penyimpanan data digital yang terjadi di tanah air, seiring dengan meningkatnya permintaan layanan cloud dan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Namun, distribusi pusat data di Indonesia masih menunjukkan ketimpangan geografis yang sangat mencolok. PLN mengungkapkan bahwa sekitar 99 persen dari total kapasitas pusat data yang ada saat ini masih terpusat di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Hal ini mengindikasikan bahwa infrastruktur digital nasional masih sangat bergantung pada wilayah tersebut sebagai hub utama penyimpanan data.

Dominasi wilayah Jawa-Bali dalam penyediaan layanan data center dipicu oleh ketersediaan infrastruktur pendukung yang lebih lengkap, aksesibilitas yang lebih mudah, serta konsentrasi bisnis dan pemerintahan yang mayoritas berada di Pulau Jawa. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan pembangunan infrastruktur digital di luar wilayah tersebut.

Ketergantungan yang tinggi pada satu wilayah geografis juga membawa risiko tersendiri, terutama terkait ketahanan energi dan stabilitas jaringan listrik. Oleh karena itu, optimalisasi distribusi beban listrik dan pengembangan pusat data di wilayah lain menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem digital nasional agar tidak terpusat pada satu titik saja.

#PLN#Data Center#Energi Listrik#Infrastruktur Digital#Teknologi

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →