Pihak kepolisian memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk di ruas jalan tol. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden tersebut diduga kuat terjadi akibat kondisi pengemudi yang mengalami microsleep, atau kondisi tertidur dalam waktu yang sangat singkat.
Kondisi microsleep ini menyebabkan sopir kehilangan kendali atas kendaraannya secara tiba-tiba. Akibatnya, truk yang dikemudikan melaju tidak terkendali hingga akhirnya menghantam pembatas jalan tol dengan keras. Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada bagian depan kendaraan serta kerusakan pada fasilitas pembatas jalan di lokasi kejadian.
Menurut analisis kepolisian, microsleep sering kali terjadi ketika seseorang memaksakan diri untuk tetap terjaga meskipun tubuh sudah mengalami kelelahan ekstrem. Dalam hitungan detik, otak bisa 'terputus' dari kesadaran, yang dalam situasi mengemudi kecepatan tinggi, hal ini sangat fatal karena reaksi pengemudi terhadap situasi jalan menjadi hilang sepenuhnya.
Petugas di lapangan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memperkuat dugaan tersebut. Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk tidak memaksakan diri berkendara saat merasa mengantuk dan segera mencari tempat istirahat yang aman di area rest area yang tersedia.
Secara umum, microsleep merupakan ancaman serius bagi keselamatan transportasi darat di seluruh dunia. Fenomena ini sering dikaitkan dengan kurangnya waktu tidur berkualitas atau pola kerja shift yang tidak teratur bagi para sopir logistik. Banyak negara menerapkan aturan jam kerja ketat bagi pengemudi profesional guna meminimalisir risiko kecelakaan akibat kelelahan kronis yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan lainnya.






