Kondisi kekeringan ekstrem melanda kawasan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang berdampak signifikan pada penurunan debit air di Waduk Cipancuh. Fenomena alam ini menyebabkan permukaan air waduk menyusut drastis hingga menyisakan dasar bendungan yang kering kerontang.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah warga setempat untuk melakukan aktivitas ekonomi alternatif. Berdasarkan pantauan melalui foto udara, terlihat beberapa warga yang membawa hewan ternak mereka, seperti kambing, untuk mencari makan di area dasar waduk yang kini telah berubah menjadi padang rumput alami.
Kekeringan yang terjadi di Waduk Cipancuh menjadi indikasi nyata adanya krisis air di wilayah tersebut. Menurunnya volume air waduk tentu membawa kekhawatiran bagi masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang bergantung pada sumber air tersebut untuk kebutuhan harian maupun pengairan lahan pertanian di wilayah Indramayu.
Situasi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi wilayah Jawa Barat dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Kurangnya curah hujan menyebabkan banyak sumber air permukaan mengalami penyusutan volume secara signifikan, sehingga memaksa warga untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada demi kelangsungan hidup ternak mereka.






