Kabar duka menyelimuti Malaysia setelah salah satu sosok terpandang di negara tersebut, Hasmah Mohamad Ali, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (28/9). Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar tetapi juga bagi masyarakat Malaysia yang mengenalnya sebagai pribadi yang berdedikasi.
Hasmah Mohamad Ali dikenal luas bukan hanya karena statusnya sebagai istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tetapi juga karena kontribusi nyatanya di bidang sosial. Selama masa hidupnya, ia mengabdikan diri untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
Salah satu warisan terbesarnya adalah peran aktifnya sebagai pelopor dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Malaysia. Melalui berbagai inisiatif dan perhatian yang ia berikan, Hasmah berupaya memastikan bahwa layanan kesehatan dasar bagi perempuan dan anak-anak dapat diakses dengan lebih baik, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan bayi di negara tersebut.
Kehidupan Hasmah yang berdampingan dengan Mahathir Mohamad selama bertahun-tahun menjadikannya sosok pendukung utama di balik layar dalam berbagai dinamika politik dan pembangunan Malaysia. Keteguhan dan kepedulian sosialnya menjadi teladan bagi banyak perempuan di Malaysia dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui jalur pengabdian masyarakat.
Sebagai bagian dari sejarah modern Malaysia, sosok Hasmah Mohamad Ali akan terus dikenang sebagai figur yang menggabungkan peran domestik sebagai istri pemimpin negara dengan peran publik sebagai aktivis kesehatan yang visioner.






