Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah mengupayakan penguatan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah Sulawesi Selatan. Upaya strategis ini dilakukan melalui program pembinaan Saka Wanabakti, sebuah wadah pendidikan kepramukaan yang berfokus pada bidang kehutanan.
Inisiatif tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional. Fokus utama dari langkah ini adalah membekali para pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pengelolaan hutan yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi lingkungan di daerahnya masing-masing.
Melalui Saka Wanabakti, para anggota muda diharapkan tidak hanya memahami teori tentang ekosistem hutan, tetapi juga mampu mengimplementasikan aksi nyata dalam mencegah kerusakan hutan serta melakukan pemulihan lahan. Kemenhut menilai bahwa keterlibatan aktif generasi muda sangat krusial mengingat tantangan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks, sehingga dibutuhkan regenerasi pengelola hutan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap alam.
Program pembinaan ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kedisiplinan pramuka dengan wawasan teknis kehutanan. Dengan demikian, para peserta dapat berperan sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim di Sulawesi Selatan.
Saka Wanabakti sendiri merupakan Satuan Karya Pramuka yang secara khusus bergerak di bidang kehutanan. Organisasi ini menjadi jembatan bagi para anggota pramuka untuk mengenal lebih dekat dunia konservasi, perlindungan hutan, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara bijaksana, guna memastikan warisan alam tetap terjaga bagi generasi mendatang.






