Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemenPPPA) secara resmi meluncurkan program bertajuk 'Siap'. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan bekal bagi Generasi Z (Gen Z) agar memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang mumpuni dalam menghadapi masa depan, yang cakupannya lebih luas daripada sekadar mencari pekerjaan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menjelaskan bahwa persiapan bagi Gen Z harus dilakukan secara komprehensif. Menurutnya, kualitas hidup di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam memasuki dunia kerja, tetapi juga oleh bagaimana mereka mengelola kehidupan secara keseluruhan agar lebih berkualitas.
Program 'Siap' ini hadir sebagai respons atas dinamika zaman yang terus berubah, di mana tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Melalui program ini, pemerintah berharap Gen Z tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga individu yang memiliki daya saing, kemandirian, serta ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Lebih lanjut, Wihaji menekankan pentingnya pembangunan karakter dan pengembangan potensi diri sejak dini. Dengan bekal yang tepat, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak bagi masa depan mereka dan berkontribusi positif bagi pembangunan keluarga serta masyarakat luas.
Sebagai informasi, Generasi Z merupakan kelompok penduduk yang lahir dalam rentang waktu akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Kelompok ini dikenal sebagai generasi digital native yang tumbuh berdampingan dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat. Namun, di sisi lain, mereka seringkali dihadapkan pada tantangan kesehatan mental dan tekanan sosial yang tinggi akibat persaingan global serta pengaruh media sosial, sehingga diperlukan intervensi strategis dari pemerintah untuk memastikan transisi mereka menuju kedewasaan berjalan dengan optimal.






