Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan sebuah inisiatif strategis bertajuk Gerakan Orang Tua Hebat (Genting). Program ini dirancang khusus untuk melakukan pembenahan serta perbaikan hunian bagi keluarga yang masuk dalam kategori berisiko mengalami stunting.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal memiliki kaitan erat dengan kesehatan anak. Intervensi melalui perbaikan rumah dianggap sebagai langkah krusial dalam memutus rantai stunting, karena hunian yang tidak layak sering kali menjadi faktor pendukung buruknya sanitasi dan kesehatan keluarga.
Melalui program Genting, pemerintah berupaya memastikan bahwa keluarga berisiko stunting mendapatkan akses terhadap tempat tinggal yang lebih sehat dan layak. Fokus utama dari gerakan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menciptakan ekosistem rumah tangga yang mampu mendukung pertumbuhan optimal anak sejak masa kehamilan hingga usia dini.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting secara nasional. Dengan memperbaiki kualitas hunian, diharapkan pola asuh dan standar kesehatan keluarga meningkat, sehingga risiko gagal tumbuh pada anak dapat diminimalisir secara efektif melalui pendekatan lingkungan yang lebih sehat.
Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Masalah ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia karena berdampak pada penurunan kemampuan kognitif serta peningkatan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasinya.






