Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa pemberantasan praktik penipuan daring atau scam tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Diperlukan sebuah pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi untuk menghadapi ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus scam di Indonesia. Menurutnya, karakteristik kejahatan siber saat ini melibatkan berbagai modus operandi yang sering kali melintasi batas kewenangan satu lembaga, sehingga sinergi antarinstansi pemerintah maupun pihak swasta menjadi sangat krusial.
Penguatan koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses deteksi dini, pemblokiran akses konten berbahaya, hingga penindakan hukum terhadap pelaku scam. Dengan adanya kerja sama yang solid, pemerintah optimis dapat menciptakan ekosistem ruang digital yang lebih aman bagi masyarakat serta meminimalisir jumlah korban yang mengalami kerugian materiil akibat penipuan daring.
Langkah koordinasi ini juga mencakup edukasi publik secara masif agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran menggiurkan yang tidak masuk akal, yang sering kali menjadi pintu masuk utama para pelaku scam dalam menjalankan aksinya di dunia maya.






