Kabar duka menyelimuti dunia seni dan musik tanah air atas berpulangnya sosok maestro Guruh Soekarnoputra. Kehilangan besar ini memicu gelombang ungkapan bela sungkawa dari berbagai kalangan seniman, termasuk musisi kontemporer yang mengagumi dedikasi serta karya-karyanya selama ini.
Salah satu musisi yang menyampaikan rasa dukanya adalah Iga Massardi, gitaris dari grup musik Barasuara. Iga mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sang maestro yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan musik dan seni pertunjukan di Indonesia.
Selain Iga Massardi, duo komposer Laleilmanino juga turut memberikan penghormatan terakhir. Mereka mengenang sosok Guruh Soekarnoputra bukan hanya sebagai seorang musisi, tetapi juga sebagai inspirator yang mampu memadukan unsur tradisional dan modern dalam karya-karyanya, sehingga menciptakan standar baru dalam industri kreatif nasional.
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan lubang besar bagi dunia seni Indonesia. Namun, warisan karya yang ditinggalkannya diyakini akan terus hidup dan menjadi referensi bagi generasi musisi muda dalam berkarya dan bereksperimen dengan berbagai genre musik.
Guruh Soekarnoputra dikenal luas sebagai tokoh seni serbabisa yang menguasai berbagai bidang, mulai dari musik, tari, hingga koreografi. Ia memiliki peran krusial dalam mempopulerkan musik pop progresif di Indonesia dan sering kali mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pertunjukan berskala besar, menjadikannya salah satu ikon budaya yang paling berpengaruh dalam sejarah seni pertunjukan Indonesia.






