Kabar duka menyelimuti mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Sosok pemimpin senior tersebut dilaporkan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit tak lama setelah kehilangan pendamping hidupnya.
Kondisi kesehatan Mahathir menurun menyusul wafatnya sang istri, Siti Hasmah Mohd Ali, pada Senin, 28 September 2026. Kepergian Siti Hasmah menjadi pukulan berat bagi mantan pemimpin Malaysia tersebut, hingga mengharuskannya mendapatkan penanganan intensif dari tim medis untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Hingga saat ini, detail mengenai diagnosis medis Mahathir Mohamad tidak dipublikasikan secara rinci, namun fokus utama perawatan adalah untuk memastikan stabilitas kesehatan sang mantan Perdana Menteri di tengah masa berkabung yang mendalam. Dukungan dari keluarga dan kerabat dekat terus mengalir bagi Mahathir dalam menghadapi masa sulit ini.
Kehilangan Siti Hasmah merupakan kehilangan besar, mengingat peran penting sang istri yang selama puluhan tahun setia mendampingi Mahathir dalam berbagai dinamika politik dan perjalanan kepemimpinannya di Malaysia. Kehadiran Siti Hasmah selama ini dikenal memberikan keseimbangan dan dukungan moral bagi Mahathir dalam menjalankan tugas negara di berbagai periode jabatannya.






