Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, memberikan pernyataan tegas terkait posisi klub dalam menghadapi tuduhan pelanggaran regulasi finansial. Al Mubarak menyatakan keyakinan penuh bahwa Manchester City tidak melakukan kesalahan meskipun tengah menghadapi sejumlah dakwaan serius terkait Financial Fair Play (FFP).
Kasus ini mencuat setelah klub dilaporkan diduga melanggar sebagian besar dari total dakwaan yang diajukan, tepatnya 114 dari 115 poin tuduhan. Meski jumlah dakwaan tersebut sangat signifikan, pihak manajemen klub tetap berdiri teguh pada posisi mereka bahwa seluruh operasional finansial klub telah dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Al Mubarak menekankan bahwa klub memiliki bukti-bukti kuat untuk menyanggah tuduhan tersebut. Baginya, proses hukum yang sedang berjalan adalah mekanisme untuk membuktikan transparansi dan kepatuhan klub terhadap regulasi liga. Ia berharap hasil akhir dari pemeriksaan ini akan membersihkan nama Manchester City dari segala tuduhan manipulasi keuangan yang selama ini menjadi sorotan publik dan otoritas sepak bola.
Keyakinan Al Mubarak ini muncul di tengah tekanan besar dari berbagai pihak yang menuntut adanya sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran. Namun, pihak klub menegaskan bahwa mereka akan menempuh jalur resmi untuk membela diri dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan berdasarkan fakta-fakta akurat yang ada dalam catatan keuangan klub.
Financial Fair Play (FFP) sendiri merupakan regulasi yang diterapkan oleh UEFA dan berbagai liga top Eropa untuk memastikan klub sepak bola tidak menghabiskan uang lebih banyak daripada yang mereka hasilkan. Aturan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keuangan klub dan mencegah ketimpangan kompetisi yang ekstrem akibat suntikan dana besar-besaran dari pemilik klub yang tidak seimbang dengan pendapatan organik klub tersebut.





