Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, memberikan peringatan keras terkait stabilitas ekonomi dan energi di kawasan Timur Tengah. Menurut Qalibaf, segala bentuk upaya untuk menghalangi Iran dalam melakukan penjualan minyak akan membawa dampak buruk bagi negara-negara lain di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya yang dikutip melalui kantor berita pemerintah IRNA, Qalibaf menekankan bahwa ketergantungan ekonomi dan posisi strategis Iran membuat stabilitas pasar minyak di kawasan saling terikat. Ia mengklaim bahwa jika Iran tidak diberikan akses atau kemampuan untuk memasarkan minyaknya, maka negara-negara tetangga di kawasan tersebut juga akan menghadapi kesulitan serupa dalam menjual komoditas energi mereka.
Komentar tajam ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus membayangi Iran, terutama terkait dengan sanksi ekonomi internasional yang selama ini membatasi kemampuan Teheran untuk mengekspor minyak mentah ke pasar global. Pihak Iran menilai bahwa tekanan ekonomi yang diterapkan oleh kekuatan global tidak hanya menyasar mereka, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan perdagangan energi di seluruh kawasan.
Lebih lanjut, peringatan ini dipandang sebagai bentuk penegasan posisi Iran dalam diplomasi energi internasional. Dengan mengaitkan nasib penjualan minyak negara tetangga dengan kondisi ekspor Iran, Qalibaf mencoba mengirimkan pesan bahwa isolasi ekonomi terhadap Iran justru akan menciptakan instabilitas yang merugikan banyak pihak di kawasan tersebut.






