Pemerintah Kota Delhi, India, mengambil langkah tegas dengan membatasi akses masuk ke sejumlah taman kota setelah matahari terbenam. Kebijakan ini diterapkan sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait ancaman keamanan, khususnya maraknya kasus pemerkosaan yang terjadi di area publik tersebut.
Langkah preventif ini diambil setelah terungkapnya modus operandi pelaku kejahatan seksual yang sangat mengkhawatirkan. Dalam beberapa kejadian, para pelaku dilaporkan berpura-pura menjadi anggota kepolisian untuk mengelabui korban. Dengan menyamar sebagai aparat penegak hukum, pelaku dengan mudah mendekati target mereka sebelum akhirnya melakukan aksi kekerasan seksual di area taman yang cenderung sepi saat malam hari.
Keputusan pembatasan jam operasional ini diharapkan dapat menekan ruang gerak pelaku kriminal yang memanfaatkan kegelapan malam dan lokasi terpencil di dalam taman. Pemerintah setempat menilai bahwa pengawasan di area terbuka hijau menjadi sangat krusial untuk menjamin keselamatan warga, terutama perempuan, yang sering kali menjadi sasaran utama kejahatan tersebut.
Selain pembatasan akses, otoritas terkait juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap orang asing yang mengaku sebagai petugas keamanan atau polisi tanpa menunjukkan identitas resmi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk memulihkan rasa aman warga Delhi dalam memanfaatkan fasilitas umum di kota tersebut.
India secara historis menghadapi tantangan besar terkait kekerasan seksual terhadap perempuan, yang sering kali memicu gelombang protes besar di berbagai kota. Isu keamanan publik di ruang terbuka hijau menjadi sorotan utama, mengingat taman kota merupakan salah satu ruang interaksi sosial paling penting bagi masyarakat urban di India, namun sering kali memiliki titik buta yang minim pencahayaan dan pengawasan.






