Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia mencatatkan tren positif pada Agustus 2026. Berdasarkan data terbaru, nilai total ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 6,72 persen, sehingga mencapai angka US$ 26,61 miliar.
Kenaikan signifikan ini didorong oleh performa kuat dari sektor nonmigas. Nilai ekspor untuk komoditas nonmigas tercatat tumbuh sebesar 7,23 persen, dengan total nilai mencapai US$ 25,62 miliar. Pertumbuhan di sektor ini menjadi motor utama yang menjaga stabilitas neraca perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Kondisi yang berbeda justru terjadi pada sektor migas. Nilai ekspor migas mengalami penurunan sebesar 5,10 persen, dengan total perolehan sebesar US$ 0,99 miliar. Meskipun mengalami kontraksi, penurunan di sektor migas dapat terkompensasi oleh lonjakan nilai ekspor dari sektor nonmigas yang jauh lebih dominan.
Secara keseluruhan, struktur ekspor Indonesia masih menunjukkan ketergantungan yang besar pada komoditas nonmigas. Peningkatan nilai ekspor ini mencerminkan daya saing produk lokal di pasar internasional yang tetap terjaga, meskipun sektor energi mengalami tekanan penurunan nilai ekspor pada periode tersebut.
Ekspor merupakan salah satu pilar utama dalam struktur ekonomi Indonesia yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong diversifikasi produk ekspor agar tidak hanya bergantung pada bahan mentah, melainkan beralih ke produk manufaktur bernilai tambah tinggi guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari fluktuasi harga komoditas global.






