Suasana penuh duka menyelimuti mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, saat harus melepas kepergian sosok pendamping hidupnya, Hasmah Mohamad Ali. Istri dari tokoh politik kawakan tersebut mengembuskan napas terakhirnya tepat pada usia 100 tahun.
Kala prosesi pemakaman berlangsung, terlihat momen yang mengiris hati ketika Mahathir tampak tertunduk lesu di depan pusara sang istri. Ekspresi kesedihan mendalam terpancar dari wajah mantan pemimpin Malaysia tersebut, yang selama puluhan tahun didampingi oleh Hasmah dalam berbagai dinamika politik maupun kehidupan pribadi.
Kepergian Hasmah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar dan kerabat terdekat. Di usia satu abad, Hasmah dikenal sebagai sosok yang setia mendukung perjuangan politik Mahathir selama menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dalam dua periode yang berbeda. Kehadirannya di sisi Mahathir dianggap sebagai pilar kekuatan moral bagi sang mantan pemimpin negara tersebut.
Kini, Mahathir harus menghadapi masa tua tanpa kehadiran pendamping setianya. Momen perpisahan di pemakaman tersebut menjadi potret kemanusiaan yang menunjukkan bahwa di balik ketegasan seorang pemimpin dunia, terdapat sisi rapuh saat kehilangan orang tercinta.






