Aksi heroik ditunjukkan oleh seorang perempuan bernama Roudlotul Jannah dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di tengah kobaran api yang membahayakan lingkungan, Jannah memilih untuk terjun langsung menjadi relawan pemadam kebakaran guna membantu memadamkan titik api yang membara.
Keputusan Jannah untuk terlibat aktif dalam aksi pemadaman ini didasari oleh motivasi yang sangat personal dan mendalam, yakni demi masa depan anak-anak. Ia menyadari bahwa dampak buruk dari asap kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan generasi mendatang, terutama anak-anak yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat polusi asap.
Keterlibatan Jannah dalam tim relawan ini menunjukkan bahwa perjuangan melawan bencana alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam kebakaran profesional, tetapi juga memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang gender. Keberaniannya dalam menghadapi risiko di lapangan menjadi simbol kepedulian warga lokal terhadap kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah.
Upaya pemadaman yang dilakukan oleh Jannah dan rekan-rekan relawan lainnya diharapkan dapat menekan luas area yang terbakar serta mengurangi konsentrasi asap yang menyelimuti kota Palangka Raya. Aksi nyata ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan otoritas terkait dalam memitigasi risiko kebakaran hutan yang kerap terjadi setiap musim kemarau.
Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki lahan gambut luas, yang menjadikannya sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau panjang. Karhutla di wilayah ini seringkali menyebabkan kabut asap lintas batas yang berdampak pada kesehatan masyarakat, terganggunya aktivitas penerbangan, hingga kerusakan habitat flora dan fauna endemik Kalimantan.






