Koalisi Bali Emisi Nol Bersih memberikan perhatian serius terhadap rencana peluncuran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 Gigawatt (GWp) yang direncanakan berlokasi di wilayah Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Kelompok advokasi lingkungan tersebut menyatakan bahwa mereka saat ini mengambil sikap 'wait and see' atau menunggu dan mengamati perkembangan lebih lanjut terkait implementasi proyek energi terbarukan berskala besar ini. Fokus utama dari koalisi adalah memastikan bahwa pembangunan infrastruktur energi tersebut benar-benar memberikan dampak positif bagi lingkungan tanpa menimbulkan masalah baru di wilayah setempat.
Kapasitas 100 GWp merupakan angka yang sangat signifikan, sehingga koalisi menekankan pentingnya transparansi dalam proses perencanaan hingga eksekusi. Mereka berharap pemerintah dan pihak pengembang dapat memberikan penjelasan komprehensif mengenai dampak sosial dan ekologis yang mungkin timbul akibat pembangunan PLTS di kawasan Gilimanuk.
Langkah pengawasan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat sipil dalam mengawal transisi energi di Bali agar tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan. Koalisi menegaskan bahwa meskipun mendukung percepatan energi bersih, aspek kelestarian alam tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terabaikan dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur energi di Pulau Dewata.






