Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Komisaris Jenderal (Purn) Fadil Imran untuk mengemban amanah baru sebagai Wakil Kepala Badan Optimalisasi Penyelamatan dan Pemulihan Aset (BOPPJ). Pelantikan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat struktur organisasi lembaga tersebut.
Fadil Imran bukanlah sosok baru dalam dunia birokrasi dan keamanan negara. Sebelum dipercaya menduduki jabatan strategis di BOPPJ, ia memiliki rekam jejak yang sangat panjang di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pengalaman operasional dan manajerial yang ia miliki selama bertugas di kepolisian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjalankan fungsi optimalisasi aset negara.
Kenaikan jabatan ini terjadi di tengah masa transisi status kepegawaian Fadil yang telah memasuki masa pensiun dari dinas aktif kepolisian. Meskipun telah purnatugas, kapabilitas dan integritasnya dinilai masih sangat dibutuhkan oleh negara, sehingga Presiden Prabowo memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin di sektor pemulihan aset.
Kehadiran Fadil Imran sebagai Wakil Kepala BOPPJ diharapkan mampu mempercepat proses pengembalian aset-aset negara yang hilang atau terbengkalai, serta meningkatkan efektivitas koordinasi antarlembaga dalam upaya penyelamatan kekayaan negara demi kepentingan publik.





