Pemerintah optimis bahwa pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Hong Kong dengan Surabaya akan memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa ketersediaan akses transportasi udara yang lebih praktis dan efisien menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan internasional. Dengan adanya layanan penerbangan langsung, para pelancong dari Hong Kong tidak perlu lagi melakukan transit di kota lain, sehingga waktu perjalanan menjadi lebih singkat dan biaya operasional dapat lebih ditekan.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menguntungkan sektor transportasi, tetapi juga memberikan efek domino bagi ekosistem pariwisata di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diprediksi akan meningkatkan okupansi hotel, pendapatan pelaku usaha kuliner, hingga geliat ekonomi kreatif di sektor kerajinan tangan dan oleh-oleh khas daerah.
Kementerian Pariwisata menilai bahwa pasar wisatawan dari Hong Kong memiliki potensi besar karena minat mereka yang tinggi terhadap wisata budaya, alam, serta belanja. Oleh karena itu, penyediaan aksesibilitas yang lebih mudah melalui penerbangan langsung diharapkan mampu menjadikan Surabaya sebagai salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan alam dan kekayaan budaya di bagian timur Pulau Jawa.
Secara umum, pengembangan konektivitas udara merupakan salah satu pilar utama dalam strategi pengembangan pariwisata nasional. Dengan memperbanyak rute penerbangan langsung dari hub internasional ke berbagai kota besar di Indonesia, pemerintah berupaya mendistribusikan kunjungan wisatawan agar tidak hanya terpusat di Bali, melainkan juga menjangkau destinasi super prioritas dan daerah potensial lainnya guna mendorong pemerataan ekonomi daerah.






