Mantan manajer Manchester City, Roberto Mancini, menuai sorotan tajam setelah memberikan pernyataan yang dinilai lepas tangan terhadap berbagai permasalahan yang tengah melanda klub asal Inggris tersebut. Dalam sebuah kesempatan, Mancini secara terbuka menyatakan bahwa berbagai kendala dan badai masalah yang terjadi di internal Manchester City bukanlah tanggung jawabnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi sulit yang dihadapi klub, di mana berbagai tekanan baik dari sisi performa tim maupun manajemen internal menjadi sorotan publik. Sikap Mancini yang terkesan tidak mau terlibat atau merasa tidak bersalah atas situasi tersebut memicu reaksi beragam dari kalangan penggemar maupun pengamat sepak bola.
Bagi sebagian pihak, sikap Mancini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap warisan dan stabilitas klub yang pernah dipimpinnya. Sementara itu, pihak lain melihat hal ini sebagai upaya Mancini untuk menjaga jarak dari konflik internal yang kompleks. Namun, pernyataan "itu bukan masalah saya" dianggap terlalu lugas dan kurang menunjukkan empati terhadap kondisi klub yang sedang bergejolak.
Krisis yang melanda Manchester City ini tidak hanya berdampak pada hasil pertandingan di lapangan, tetapi juga menciptakan ketegangan di ruang ganti dan manajemen. Kehadiran pernyataan dari sosok kunci seperti Mancini justru dianggap menambah beban psikologis bagi tim yang sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.





