Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih berjuang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 96,07 hektare lahan yang masih dalam kondisi terbakar dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kondisi ini terjadi di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan bencana. Jika melihat gambaran yang lebih luas, total area yang terdampak kebakaran mencapai 527,6 hektare. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, masih ada sejumlah titik api yang memerlukan penanganan intensif agar tidak meluas ke area yang lebih besar.
Provinsi Riau dan Sumatera Selatan menjadi perhatian khusus karena mengalami peningkatan luas area yang terbakar. Kondisi geografis dan cuaca di kedua wilayah tersebut diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api, sehingga koordinasi antarlembaga dalam proses pemadaman darat maupun udara terus ditingkatkan guna menekan angka kerusakan lingkungan.
BNPB terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) di lapangan untuk memastikan distribusi personel dan peralatan pemadam tepat sasaran. Fokus utama saat ini adalah memutus rantai api di lahan gambut yang cenderung lebih sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah.






