Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi sistem kesehatan di Yaman yang kini berada di ambang titik kritis. Situasi ini dipicu oleh meningkatnya kembali konflik di wilayah tersebut yang berdampak langsung pada memburuknya fasilitas medis dan akses kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan laporan WHO, terdapat tiga penyakit menular utama yang kini tengah meluas secara signifikan di Yaman, yaitu kolera, demam berdarah dengue, dan campak. Penyebaran penyakit ini terjadi di tengah infrastruktur kesehatan yang sudah rapuh, sehingga meningkatkan risiko kematian yang seharusnya dapat dicegah.
Konflik yang berkepanjangan telah melumpuhkan berbagai layanan dasar, termasuk sistem sanitasi dan akses air bersih, yang menjadi faktor utama pemicu wabah kolera. Sementara itu, kurangnya cakupan vaksinasi yang memadai membuat penyakit seperti campak kembali merebak di kalangan anak-anak. Kondisi lingkungan yang tidak stabil juga turut mempercepat penyebaran demam berdarah dengue.
WHO menekankan bahwa tanpa intervensi medis yang cepat dan dukungan internasional yang masif, krisis kesehatan ini akan semakin memperburuk penderitaan warga Yaman. Diperlukan upaya terpadu untuk memulihkan layanan kesehatan primer serta penyediaan obat-obatan dan vaksin guna menekan angka penularan penyakit tersebut.
Sebagai informasi, Yaman telah mengalami krisis kemanusiaan yang berkepanjangan akibat perang saudara yang dimulai sejak beberapa tahun lalu. Konflik tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik, tetapi juga memicu salah satu krisis pangan dan kesehatan terburuk di dunia, di mana jutaan penduduk bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup.






