Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait meningkatnya risiko wabah penyakit menular di Yaman. Dalam pernyataan resminya yang dirilis di Jenewa pada Selasa (29/9), lembaga kesehatan dunia tersebut menyoroti lonjakan kasus penyakit kolera, demam berdarah, serta campak yang kini mengancam penduduk di negara tersebut.
Kondisi kesehatan masyarakat di Yaman dilaporkan semakin memburuk akibat dampak konflik berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut. Situasi ini menyebabkan rusaknya infrastruktur dasar, terutama akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, yang menjadi pemicu utama penyebaran penyakit seperti kolera. Selain itu, sistem layanan kesehatan yang lumpuh membuat upaya pencegahan dan pengobatan menjadi sangat terhambat.
WHO menekankan bahwa tanpa intervensi medis yang cepat dan tepat, penyebaran penyakit menular ini dapat menimbulkan krisis kemanusiaan yang lebih besar. Kurangnya akses terhadap vaksinasi rutin, terutama untuk penyakit campak, membuat anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap serangan wabah ini. Sementara itu, kondisi lingkungan yang tidak terkendali turut mempercepat perkembangbiakan vektor penyebab demam berdarah.
Lembaga internasional tersebut mendesak adanya dukungan global untuk menyediakan bantuan medis darurat, obat-obatan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat di Yaman. Upaya pemulihan akses sanitasi dan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama guna memutus rantai penularan penyakit yang kini sedang mewabah.
Sebagai informasi, Yaman telah mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Konflik internal yang berkepanjangan telah menghancurkan sebagian besar fasilitas publik, termasuk rumah sakit dan jaringan distribusi air, sehingga membuat populasi di sana sangat rentan terhadap penyakit menular dan malnutrisi akut.






