Kelompok relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dikenal sebagai Relawan Gibranku, melontarkan kritik tajam terhadap partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah. Kekecewaan ini muncul menyusul serangan isu mengenai keaslian ijazah Wapres Gibran yang belakangan ini kembali mencuat ke publik.
Relawan Gibranku menilai bahwa partai koalisi cenderung mengambil langkah 'main aman' dan tidak memberikan pembelaan yang maksimal. Mereka merasa bahwa Wapres Gibran seolah dibiarkan menghadapi badai serangan isu tersebut seorang diri tanpa dukungan politik yang solid dari rekan koalisinya. Menurut relawan, seharusnya partai-partai yang berada dalam satu barisan pemerintahan menunjukkan solidaritas yang lebih kuat untuk menepis tuduhan-tuduhan yang menyudutkan sang Wakil Presiden.
Kekecewaan ini didasari oleh anggapan bahwa sikap diam atau kurang responsif dari partai koalisi justru memberi ruang bagi pihak lawan untuk terus menggoreng isu ijazah tersebut. Relawan mendesak agar seluruh elemen koalisi pemerintah tidak hanya menikmati posisi kekuasaan, tetapi juga berani pasang badan dalam menghadapi serangan politik yang menyasar pemimpin mereka.
Situasi ini menunjukkan adanya dinamika internal dalam hubungan antara pendukung akar rumput dengan elite partai politik di lingkungan pemerintahan. Relawan berharap adanya koordinasi yang lebih baik dalam strategi komunikasi publik agar isu-isu yang tidak berdasar dapat segera diredam secara kolektif, bukan hanya dibebankan kepada sosok Gibran secara personal.






