Situasi konflik antara Ukraina dan Rusia kini mendapat sorotan tajam dari internal lingkaran mantan staf kepresidenan Kiev. Yulia Mendel, yang sebelumnya menjabat sebagai juru bicara Presiden Vladimir Zelensky, melontarkan kritik keras terkait arah kebijakan pemimpin Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.
Menurut Mendel, Presiden Zelensky pada dasarnya telah mengalami kekalahan dalam perang melawan Rusia. Namun, ia menilai Zelensky tetap bersikeras untuk melanjutkan strategi yang dianggapnya sangat berisiko dan cenderung bersifat 'bunuh diri'. Kritik ini muncul di tengah situasi medan tempur yang kian dinamis dan penuh tekanan bagi pasukan Ukraina.
Selain persoalan strategi militer, Mendel juga menyoroti kerapuhan kondisi finansial pemerintah Ukraina. Ia mengungkapkan bahwa Kiev saat ini berada dalam posisi sulit karena tidak memiliki mekanisme mandiri untuk menutupi defisit anggaran negara yang terus membengkak akibat biaya perang.
Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap bantuan dana dari negara-negara Barat menjadi titik lemah utama. Tanpa adanya suntikan modal besar dari sekutu internasional, pemerintah Ukraina dikhawatirkan tidak akan mampu membiayai operasional negara maupun kebutuhan pertahanan mereka dalam jangka panjang.
Kritik dari mantan orang dalam ini mencerminkan adanya tekanan psikologis dan politik yang besar bagi kepemimpinan Zelensky, terutama saat dukungan internasional mulai menghadapi tantangan politik internal di negara-negara donor.






