Nasional

Kualitas Udara Buruk, Seorang Guru di Banjarmasin Meninggal Dunia Akibat Asma

Kualitas Udara Buruk, Seorang Guru di Banjarmasin Meninggal Dunia Akibat Asma

Kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memakan korban jiwa di wilayah Kalimantan Selatan. Seorang tenaga pendidik di Kota Banjarmasin dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan asma yang kambuh pada akhir pekan lalu.

Kondisi kesehatan korban yang memiliki riwayat penyakit asma diperkirakan memburuk secara drastis akibat paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan asma terjadi tepat saat konsentrasi asap dari kebakaran lahan meningkat, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan akut yang berujung pada kematian.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penderita penyakit kronis pernapasan, untuk lebih waspada terhadap kualitas udara saat musim kemarau tiba. Paparan partikel halus dari asap kebakaran hutan diketahui dapat memicu reaksi inflamasi pada saluran napas, yang bagi penderita asma dapat menyebabkan penyempitan jalan napas secara mendadak dan fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kini, pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya memitigasi dampak karhutla guna mencegah bertambahnya korban jiwa. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala gangguan pernapasan.

#Banjarmasin#Karhutla#Kesehatan#Kabut Asap#Kalimantan Selatan

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →
Kualitas Udara Buruk, Seorang Guru di Banjarmasin Meninggal Dunia Akibat Asma | Portal Solusindo