Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia dilaporkan mengalami penurunan signifikan pada Senin pagi (28/9). Berdasarkan data pemantauan terbaru, beberapa daerah di Pulau Kalimantan dan Sumatra masih terperangkap dalam paparan polusi udara yang mencapai level berbahaya bagi kesehatan manusia.
Dari berbagai wilayah yang terpantau, Kalimantan Selatan menempati posisi teratas sebagai daerah dengan tingkat polusi udara terburuk pagi ini. Tingginya konsentrasi polutan di wilayah tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat setempat untuk lebih waspada terhadap risiko gangguan pernapasan.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa titik di Pulau Sumatra, di mana indeks kualitas udara menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Polusi udara yang mencapai level berbahaya ini diprediksi dapat berdampak buruk bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta individu yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan paru-paru kronis.
Kenaikan level polusi ini menekankan pentingnya penggunaan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah-wilayah yang telah teridentifikasi memiliki kualitas udara buruk. Masyarakat diimbau untuk memantau secara berkala pembaruan indeks kualitas udara melalui platform resmi guna meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan polutan berbahaya.
Masalah polusi udara di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan, sering kali berkaitan erat dengan fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara musiman. Asap yang dihasilkan dari kebakaran lahan gambut dapat terbawa angin hingga ke wilayah pemukiman penduduk, sehingga menurunkan kualitas udara secara drastis dan memicu terjadinya kabut asap yang berdampak luas pada sektor kesehatan, transportasi, hingga ekonomi lokal.






