Kondisi cuaca di sekitar Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB II) dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara yang cukup signifikan. Keberadaan kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara menyebabkan jarak pandang bagi pilot yang akan melakukan pendaratan menjadi terbatas.
Salah satu peristiwa yang mencatat kondisi ini adalah saat pesawat komersial jenis Airbus A320-216 milik maskapai Pelita Air melakukan pendaratan di bandara tersebut. Meskipun jarak pandang berkurang akibat polusi asap, proses pendaratan pesawat dilaporkan tetap berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan prosedur penerbangan yang berlaku.
Penurunan jarak pandang akibat kabut asap merupakan tantangan serius bagi operasional penerbangan, karena sangat memengaruhi visibilitas pilot dalam mengidentifikasi landasan pacu. Pihak otoritas bandara dan maskapai penerbangan umumnya tetap meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi intensif guna memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak ideal.
Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya, terutama saat memasuki musim kemarau. Asap yang dihasilkan dari kebakaran lahan tersebut sering kali terbawa angin hingga mencapai area pemukiman dan fasilitas publik, termasuk bandara, sehingga mengganggu aktivitas transportasi udara dan kesehatan masyarakat luas.






